Apa Kelebihan Atap Onduline Dibanding Jenis Lain
Memilih jenis atap yang tepat sangat penting untuk menciptakan hunian yang nyaman, tahan cuaca, dan hemat biaya perawatan. Di tengah pesatnya inovasi dalam industri material bangunan, atap Onduline muncul sebagai solusi cerdas yang menggabungkan kepraktisan, daya tahan, dan kesadaran lingkungan. Jenis atap bergelombang berbahan bitumen ringan yang telah digunakan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Salah satu keunggulan paling mencolok dari atap Onduline adalah bobotnya yang ringan. Dibandingkan dengan material atap konvensional seperti genteng keramik atau beton, bobot Onduline yang ringan secara signifikan mengurangi beban pada struktur bangunan. Apa Kelebihan Atap Onduline bukan hanya sekadar material penutup atap. Keunggulan dalam bobot, ketahanan, fleksibilitas desain, dan aspek ramah lingkungan menjadikannya pilihan yang cerdas dan bertanggung jawab.
Jenis Material Atap Onduline

Sebelum menjelaskan Apa kelebihan atap onduline, perlu di simak terbuat dari jenis material apa atap onduline. Untuk materialnya, Onduline punya komposisi yang unik dibanding atap metal atau genteng biasa. Berikut jenis material dari atap onduline.
1. Bitumen (Aspal Ringan)
-
Merupakan bahan utama Onduline.
-
Bitumen adalah produk turunan minyak bumi yang tahan air dan fleksibel.
-
Memberikan sifat tahan bocor, lentur, dan tahan terhadap suhu ekstrem.
2. Serat Selulosa (Cellulose Fibers)
-
Bahan ini berasal dari kertas daur ulang atau serat kayu.
-
Dicampur dengan bitumen untuk memperkuat struktur lembaran atap.
-
Hasilnya ringan tapi tetap kuat, dan tidak mudah retak.
3. Resin dan Additive Khusus
-
Digunakan untuk meningkatkan daya tahan, elastisitas, dan ketahanan terhadap sinar UV.
-
Membantu mempertahankan warna dan performa material dalam jangka panjang.
4. Pigmen Warna
-
Memberikan warna alami dan tidak mudah pudar.
-
Warna diaplikasikan sebelum proses pemanasan, jadi menyatu dengan material, bukan sekadar lapisan luar.
-
Warna-warna khas Onduline: merah bata, hijau, coklat, dan hitam.
Kelebihan Atap Onduline Dibanding Jenis Lainnya

Setelah menjelaskan tentang jenis material dari atap onduline munkin selanjutnya yang dijelakan adalah Apa kelebihan atap onduline dari jenis lainnya. Saat ini atap onduline sangat pupoler di indonesia karen bentuk dan kualitas material. berikut Apa Kelebihn atap onduline dibanding jenis atap lainnya.
1. Anti Bocor – 100% Water Resistant
-
Onduline punya sistem overlap khusus dan bahan bitumen yang tidak menyerap air.
-
Tidak seperti genteng tanah liat yang bisa merembes saat retak, atau spandek yang rawan bocor jika sekrup kendur.
-
Cocok untuk daerah dengan curah hujan tinggi.
2. Ringan tapi Kuat
-
Bobot sekitar 6,5 kg per lembar (2×0,95m).
-
Jauh lebih ringan dibanding genteng beton/tanah liat, sehingga:
-
Mudah dipasang
-
Mengurangi beban pada struktur rangka
-
Ideal untuk renovasi bangunan lama
-
3. Tahan Cuaca Ekstrem
-
Tahan panas, dingin, angin kencang, hingga salju (di negara empat musim).
-
Tidak seperti atap metal yang bisa memuai dan menyusut drastis akibat perubahan suhu.
4. Anti Karat dan Anti Korosi
-
Karena Onduline bukan berbahan logam, tidak berkarat meskipun dipasang di area lembap atau dekat laut.
-
Ini jadi nilai plus besar dibanding atap zincalume atau spandek.
5. Peredam Suara dan Panas Alami
-
Struktur dan bahan bitumen menyerap suara hujan dengan baik (lebih senyap dibanding atap metal).
-
Lebih adem dibanding atap logam, karena tidak menghantarkan panas secara langsung.
-
Tidak memerlukan banyak lapisan peredam tambahan.
6. Estetis & Tersedia Berbagai Warna
-
Tersedia dalam berbagai warna: merah bata, hijau lumut, coklat gelap, hitam, dll.
-
Tekstur dan tampilan bergelombangnya membuat rumah terlihat lebih rapi dan modern, bisa cocok untuk:
-
Rumah tropis
-
Bangunan industrial atau gudang
7. Ramah Lingkungan
-
Dibuat dari serat selulosa daur ulang dan bitumen.
-
Tidak mengandung asbes atau bahan berbahaya.
-
Proses produksinya ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.
8. Pemasangan Cepat dan Efisien
-
Ukurannya besar dan ringan → lebih cepat dipasang dibanding genteng satuan.
-
Menghemat biaya tukang dan waktu pekerjaan.
-
Bisa dipasang pada rangka kayu atau baja ringan.
9. Tahan Lama & Bergaransi
-
Umur pakai bisa sampai 15–25 tahun, tergantung instalasi dan perawatan.
-
Banyak produk Onduline yang disertai garansi hingga 10 tahun.
Cara Merawat Atap Onduline

Salah satu hal selain mengetahui jenis material dan juga apa kelebihan Atap Onduline dibanding jenis lainnya, yaitu cara perwatan. Perawatan atap Onduline sebenarnya cukup mudah karena bahannya memang dirancang tahan lama dan minim perawatan. Tapi biar makin awet dan tetap performa maksimal. Karena apa bila hal ini di lewatkan, bisa terjadi kerusakan yang ungkin bisa berimbas pada bagian rumah lainnya. Jadi berikut adalah cara merawat atap onduline yang bisa di ikuti :
1. Bersihkan Atap Secara Berkala
-
Bersihkan daun kering, ranting, dan kotoran yang menumpuk di atas atap.
-
Gunakan sapu gagang panjang atau blower, hindari menyapu terlalu keras agar tidak merusak permukaan atap.
-
Lakukan minimal 2–3 kali setahun, terutama setelah musim hujan.
2. Cek Talang dan Saluran Air
-
Pastikan talang air dan pipa pembuangan tidak tersumbat.
-
Tumpukan kotoran di talang bisa menyebabkan air meluber dan merembes ke dalam rumah.
-
Cek juga sambungan antara atap dan talang, pastikan rapat.
3. Inspeksi Baut dan Sekrup
-
Cek apakah ada baut yang kendur, karatan, atau lepas.
-
Jika ada, kencangkan atau ganti dengan baut baru (gunakan sekrup khusus atap bitumen).
-
Pastikan sekrup masih dilengkapi ring karet untuk mencegah kebocoran.
4. Cegah Tumbuhnya Lumut dan Jamur
-
Walau Onduline punya daya tahan terhadap kelembapan, tetap bisa tumbuh lumut jika lokasi lembap dan tertutup.
-
Semprotkan campuran air + karbol/pemutih ringan ke area yang berlumut, diamkan, lalu sikat perlahan.
-
Hindari cairan yang terlalu keras atau abrasif agar warna atap tidak rusak.
5. Jangan Pakai Tekanan Air Tinggi
-
Hindari mencuci atap dengan mesin semprot bertekanan tinggi (high-pressure washer), karena bisa merusak lapisan pelindung bitumen atau cat atap.
-
Cukup gunakan air biasa dengan tekanan sedang dan sikat lembut.
6. Hindari Injak Langsung di Tengah Lembaran
-
Saat perlu naik ke atap, injak di bagian gelombang yang menempel ke rangka (di atas reng).
-
Gunakan papan pijakan untuk meratakan tekanan agar atap tidak penyok atau retak.
-
Jangan jalan sembarangan, karena atap bisa melengkung kalau salah injak.
7. Lapisi Ulang Jika Warna Sudah Pudar (Opsional)
-
Setelah 10–15 tahun, jika warna mulai pudar, bisa lakukan pengecatan ulang dengan cat khusus bitumen atau atap fiber.
-
Pilih warna serupa agar tampilan tetap konsisten.
8. Jadwalkan Inspeksi Tahunan
-
Minimal 1 tahun sekali, periksa seluruh permukaan atap, terutama setelah musim hujan atau angin kencang.
-
Jika ada bagian yang rusak atau berlubang, segera perbaiki agar kerusakan tidak melebar.
Kesimpulan
Berdasrkan ulasan diatas bisa didapatkan bahwa atap onduline bisa dijadikan solusi dari ke khawatiran pemilik hunian. Karena dalam memilih atap adalah hal krusial, jika tidak memperhatikan jenis material. Apa kelebihannya dan bagaimana cara merawatnya bisa terjadi kerusakan yang fatal.